Pengalaman Guru PAI Dalam Membentuk Kembali Budaya Keagamaan Siswa Pasca Pembelajaran Daring
DOI:
https://doi.org/10.70757/kharismatik.v2i2.336Keywords:
Pendidikan Agama Islam, budaya keagamaan, pengalaman guru, karakter religius, pembelajaran daringAbstract
Penelitian ini mengkaji pengalaman guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kembali budaya keagamaan siswa setelah pelaksanaan pembelajaran daring di SMP Negeri Cicantayan pada tahun 2023. Penelitian berfokus pada kondisi budaya keagamaan siswa, strategi yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembentukan kembali budaya keagamaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan guru Pendidikan Agama Islam, siswa kelas IX, wali kelas, dan pihak sekolah yang terkait. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya keagamaan siswa tercermin melalui kegiatan berdoa sebelum pembelajaran, membaca Al-Qur'an, salat berjamaah, pembiasaan salam, sopan santun, kedisiplinan, dan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, meskipun tingkat konsistensi dan kesadaran siswa berbeda-beda. Guru membentuk kembali budaya keagamaan melalui pembiasaan, keteladanan, motivasi, nasihat, pendampingan, serta kerja sama dengan pihak sekolah dan orang tua. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah dan kegiatan keagamaan yang rutin, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kesadaran siswa, lingkungan pergaulan, dan ketidakkonsistenan pembiasaan keagamaan di rumah. Penelitian menyimpulkan bahwa pembentukan kembali budaya keagamaan memerlukan pembiasaan berkelanjutan, keteladanan guru, keterlibatan siswa, serta kerja sama antara sekolah dan keluarga.
References
Al-Ghazali, A. H. (2011). Ihya’ ‘ulum al-din. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitatif & desain riset: Memilih di antara lima pendekatan. Pustaka Pelajar.
Gunawan, H. (2017). Pendidikan karakter: Konsep dan implementasi. Alfabeta.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.
Majid, A., & Andayani, D. (2017). Pendidikan karakter perspektif Islam. PT Remaja Rosdakarya.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2009). Rekonstruksi pendidikan Islam: Dari paradigma pengembangan, manajemen kelembagaan, kurikulum hingga strategi pembelajaran. Rajawali Pers.
Nata, A. (2016). Ilmu pendidikan Islam. Prenadamedia Group.
Ramayulis. (2015). Ilmu pendidikan Islam. Kalam Mulia.
Sahlan, A. (2010). Mewujudkan budaya religius di sekolah: Upaya mengembangkan PAI dari teori ke aksi. UIN-Maliki Press.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tafsir, A. (2014). Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam. PT Remaja Rosdakarya.
Yaumi, M. (2016). Pendidikan karakter: Landasan, pilar & implementasi. Prenadamedia Group.
Creswell, J. W. (2015). Penelitian Qualitatif dan Desain Riset. Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in Kharismatik agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike 4.0.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).








