Pengaruh Program Membaca Nyaring Terhadap Kemampuan Membaca Siswa di Madrasah Ibtidaiyah KELAS II
Keywords:
Membaca Nyaring, Kemampuan, Membaca Permulaan, MadrasahAbstract
Rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas III MIS Citiis Parakansalak Sukabumi menjadi latar belakang penelitian ini. Observasi awal menunjukkan dari 38 siswa, hanya 12 (31,58%) lancar, 18 (47,37%) cukup lancar, dan 8 (21,05%) belum lancar. Penyebabnya adalah kurangnya latihan membaca efektif dan metode pembelajaran yang kurang variatif. Sebagai solusi, diterapkan program membaca nyaring. Penelitian bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program, kemampuan membaca permulaan, dan menguji pengaruhnya. Pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan regresi linier sederhana digunakan. Subjek seluruh 38 siswa kelas III. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes membaca mencakup pengenalan huruf, suku kata, kata, kalimat, dan pemahaman. Analisis menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, dan uji hipotesis dengan SPSS. Hasil menunjukkan program membaca nyaring sangat baik (rata-rata 3,35). Kemampuan membaca siswa rata-rata 54,24 dari 75. Regresi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan t-hitung (2,482) > t-tabel (2,028) dan signifikansi 0,018 < 0,05. Program memberikan kontribusi 14,7%. Program membaca nyaring efektif melalui pemodelan membaca, pembiasaan pelafalan, dan peningkatan partisipasi serta kepercayaan diri. Program ini sejalan dengan nilai Islam dalam Al-Qur'an surat Al-'Alaq ayat 1-5. Oleh karena itu, program membaca nyaring direkomendasikan sebagai strategi literasi efektif di madrasah ibtidaiyah.
References
Ainun Nikmah & Nova Estu Harsiwi. (2024). Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas 1 SD Negeri Tlesah. Jurnal Pendidikan Modern, 10(1), 1–6. https://doi.org/10.37471/jpm.v10i1.977
Aldinna Shoffiya Rahmaddanti & Dedy Irawan. (2023). Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas II Sekolah Dasar. Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa, 2(3), 42–51. https://doi.org/10.58192/populer.v2i3.1180
Andriani, T., & Nuroh, E. Z. (2023). Big Book Media on Beginning Reading Skills of Grade 2 Elementary School Students: Media Big Book Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar. Indonesian Journal of Education Methods Development, 18(2). https://doi.org/10.21070/ijemd.v22i.742
Anifah, M., & Rahma Ayu, S. E. (2023). ANALISIS METODE CIRC (COORPERATIVE INTEGRETED READING AND COMPOSITION) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR. SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED, 13(2), 165. https://doi.org/10.24114/sejpgsd.v13i2.46090
Arikunto, S. (2021). Penelitian tindakan kelas: Edisi revisi. Bumi Aksara.
Bekti, A. R. M. (2025). Analisis Permasalahan Kesulitan Membaca Pada Siswa Kelas Awal Sdn Sukoreno Iii. Jurnal Citra Magang dan Persekolahan, 3(1), 30–38. https://doi.org/10.38048/jcmp.v3i1.4748
Chall, J. S. (1983). Stages of Reading Development. McGraw-Hill.
Creswell, J. W. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Dalman. (2014). Keterampilan Membaca. Rajawali Pers.
Ehri, L. C. (2022). What Teachers Need to Know and Do to Teach Letter–Sounds, Phonemic Awareness, Word Reading, and Phonics. The Reading Teacher, 76(1), 53–61. https://doi.org/10.1002/trtr.2095
Frans, S. A. (2022). Strategi Membaca Nyaring terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas I Sekolah Dasar. Dalam Skripsi.
Gough, P. B., & Tunmer, W. E. (1986). Decoding, Reading, and Reading Disability. Remedial and Special Education, 7(1), 6–10.
Hasnatul Fadhilah, Chandra Chandra, & Inggria Kharisma. (2025). Analisis Faktor Keberhasilan Membaca Permulaan Siswa Kelas I Sekolah Dasar. Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 3(3), 26–34. https://doi.org/10.61132/morfologi.v3i3.1617
Ilyas, M. (2022). Kesulitan Membedakan Bentuk Huruf pada Siswa Kelas I SDN 007 Samarinda Ulu. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 7(1), 34–45.
Impronah, I. (2021). Implementasi Program Membaca Nyaring di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 89–101.
Kamilah, F. (2025). Exploring Teachers’ Implementation of Interactive Read Aloud: Perceptions, Practices, and Challenges. Dalam Tesis Magister.
Mol, S. E., & Bus, A. G. (2011). To Read or Not to Read: A Meta-Analysis of Print Exposure from Infancy to Early Adulthood. Psychological Bulletin, 137(2), 267–296. https://doi.org/10.1037/a0021890
Molinda, R., & Ain, S. Q. (2025). Analisis Faktor-Faktor Kesulitan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas III C di SDN 193 Pekanbaru. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(4), 283–294. https://doi.org/10.37329/cetta.v8i4.4579
Morrow, L. M. (2019). Literacy Development in the Early Years: Helping Children Read and Write (9th ed.). Pearson.
Muammar, M. (2020). Kemampuan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas Rendah. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 10(1), 23–35.
Munawara, A., Djafar, H., & Fatahullah, M. (2024). PENGARUH METODE MEMBACA NYARING TERHADAP PEMAHAMAN BACAAN PESERTA DIDIK KELAS II. Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 6(1), 21–29. https://doi.org/10.24252/jipmi.v6i1.44864
Novianti, S. (2022). Pengaruh Media Cerita Bergambar terhadap Keterampilan Membaca Siswa MI. Jurnal Pendidikan, Kebudayaan & Keislaman, 1(1), 18–25.
Oczkus, L. D. (2003). Reciprocal Teaching at Work: Strategies for Improving Reading Comprehension. International Reading Association.
Pertiwi, D. S. K., & Pratikno, A. S. (2024). Analisis Faktor Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas 1. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 4(2), 303–309. https://doi.org/10.54371/jiepp.v4i2.503
Prasetyo, A. B., Kurnianti, E. M., & Hasanah, U. (2024). ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA FLASHCARD TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS RENDAH. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 4(2), 118–127. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v4i2.2914
Prayogo, J. F. A., & Citrawati, T. (2023). Analisis Bentuk Kesulitan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas Rendah Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 7(4), 2510–2520. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i4.6021
Rasinski, T. V. (2003). The Fluent Reader: Oral Reading Strategies for Building Word Recognition, Fluency, and Comprehension. Scholastic.
Rita Kusumah, & Anisya, R. (2024). Efektifitas Penggunaan Media Kotak Alfabet dan Gambar Terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 1 Kertayasa. Jurnal Lensa Pendas, 9(1), 75–81. https://doi.org/10.33222/jlp.v9i1.3455
Rog, L. J. (2001). Early Literacy Instruction in Kindergarten. International Reading Association.
Rohman, Y. A., Rahman, R., & Damayanti, V. S. (2022). Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas Satu di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(3), 5388–5396. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2946
Rohmawati, L. (2019). Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak melalui Kegiatan Membaca Nyaring. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 45–58.
Sary, Y. N. E., & Indah, N. H. I. (2023). Peran Literasi dan Read Aloud dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 3558–3566. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4720
Sugiyono, S. (2019). Metodologi Penelitian Pendekatan Kuantitatif.
Sumbawati, R. (2022). Konsep Dasar Membaca Permulaan di Sekolah Dasar. Jurnal Literasi Pendidikan Dasar, 4(1), 12–23.
Tarigan, H. G. (2008). Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa.
Trelease, J. (2013). The Read-Aloud Handbook (7th ed.). Penguin Books.
Vygotskij, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard university press.
Widiyarti, G. (2020). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Keterampilan Membaca Nyaring dengan Menggunakan Media Cerita Bergambar pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas III MIS Al Quba. NIZHAMIYAH, 10(2), 56–72.
Yulianti, R. S. D. (2025). Penerapan Program Membaca Nyaring untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi di SDN 140 Seluma. TRIBUTE: Journal of Community Services, 6(2), 162–171.
Yusuf, mMuri. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitataif Penelitian Gabungan.



